Anak ADHD/hiperaktif

Pengalaman Sukses Mengurus Anak ADHD

Saya mempunyai 3 orang anak . Anak pertama berumur 11,5 th, yang kedua 10 thn dan yang ke tiga 5,5 th. Anak pertama bernama Zacky sekarang kelas 6SD Al AzHAR 15 Pamulang. Sewaktu kecil Zacky sangat rewel, sering sakit hampir tiap minggu ke dokter. Daya tahan tubuh sangat kurang, sering asma. Umur 2 thn belum bisa bicara, anaknya tidak pernah diam lari-lari terus dan sering bermain yang berbahaya. Waktu itu aku dirujuk ke Klinik tumbuh kembang anak RS.CIPTO
Dari hasil diagnosa dokter ternyata anakku divonis hiperaktif.

Anakku harus diterapi dan butuh waktu lama. Kemudian saya mencari tempat terapi yang dekat dari rumah yaitu di cilandak (YAMET) disana kita dirujuk untuk konsultasi ke Dr. Melly Budiman, Spkj. Beliau khusus menangani anak-anak yang bermasalah. Untuk konsultasi dengan dokter Melly saya harus menunggu 3 bulan karena pasiennya sangat banyak seluruh Indonesia.

Dokter yang khusus menanggani anak bermasalah masih langka apalagi untuk anak autis. Dari beliau saya banyak dapat informasi bagaimana penangani anak hiperaktif, masalah makanan, pengobatan, vaksinasi, perilaku, dll.

Waktu itu beliau sangat menentang pemberian vaksin DPT (menimbulkan panas, sebelum adanya vaksin baru tanpa efek panas), MMR, pemberian vaksin yang digabungkan dengan hepatitis. Banyak sekali pro-kontra diantara para dokter, bahkan pemberian makanan yang berproduk terigu tidak boleh, jeruk tidak boleh, sehingga para dokter yang ahli-ahli sering menyepelekan hal tersebut. Tapi Dr. Melly tetap teguh dengan pendiriannya karena beliu sudah bertahun tahun mengamati perkembangan anak autis.

Saya sangat merespon apa yang dikatakan Dr. Melly, terutama dalam pemberian antibiotik pada anak, kalau bisa seminimal mungkin pemberian antibiotik. Kemudian dalam pemberian makanan berilah makanan yang sealami mungkin, kalau bisa semua serba pangan organik, karena anak ADHD< AUTIS didalam tubuhnya terlalu banyak toksin, kemudian anak ADHD dan AUTIS punya masalah pada pencernaan yaitu ususnya banyak bocor/berlobang-lobang.

Dari perilaku anak harus diterapi. Kita sebagai orang tua harus benar-benar disiplin dan rajin melatih anak serta sabar, karena anak hiper tidak kenal lelah, tidak pernah diam, merusak barang-barang yang ada disekitarnya, dan tidak kenal bahaya. Saya menterapi Zacky butuh waktu 4 thn, dari umur 2 th sampai 6 thn. Saya punya target anakku harus bisa sekolah umum dan belajar seperti anak lainnya.

Sewaktu aku pindah ke Semarang dan Zacky masuk TK umum, banyak sekolah tidak mau menerima anak hiper karena gurunya jadi repot. Saya masukkan TK yang muridnya sedikit, dan memberitahu orangtua murid bahwa anakku hiper jadi jangan dicap anak orang gila. Didaerah
orang belum mengenal istilah ADHD dan Autis. Mereka menyama ratakan saja anak idiot, disleksia, gila, autis, hiperaktif,dll. Memang sangat sulit sekali tapi kita mensosialisasikan supaya anak kita bisa bergaul dengan teman sebayanya.

Tapi untungnya Zacky punya kelebihan dalam IQ di atas rata-rata sehingga bisa cepat menerima pelajaran, walaupn konsentrasinya sangat labil. Berkat kesabaran dan kegigihan anakku sekarang sudah normal 95%. Nilai sekolah bagus, saya memasuki zacky les piano untuk melatih konsentrasi, renang untuk pernafasan/asma, basket, matematika sakamoto, les bahasa Inggris di EF. Aktifitasnya sangat banyak, karena dia memang butuh kegiatan untuk mengimbangi ruang geraknya.Kalau dipikir memang biayanya sangat mahal tapi demi masa depan anak. Sekarang sudah kelas 6 lagi sibuk mau ujian UASBN dan banyak try out, bimbel dan alhamdulillah diterima SMP INTERNATIONAL KAHRISMA BANGSA TURKI.

Untuk pengobatan kalau anak lagi sakit saya lebih banyak pakai herbal/tradisional indonesia karena Dokterpun juga menganjurkan carilah obat yang sealami mungkin, apabila sudah tidak bisa baru kita memakai obat kimia dokter. Syukurnya anak saya ketiganya daya tahan tubuhnya lebih bagus, karena tiap hari saya rajin beri jus buah&sayur buat anak. Ditambah madu dan rosella. Kalau badan anak panas kita pakai alang-alang dan pegagan. Anak ngak mau makan kita pakai temulawak. Batuk pilek cukup dengan rosela dan madu. Kalau diare pakai teh mahkota dewa. Sehingga daya tahan tubuh lebih bagus dan pola hidup sehat sertan makanan organik.