Cintai Obat Tradisional Indonesia

Sekarang ini badan POM lagi gencar-gencarnya razia obat herbal lokal karena mengandung bahan kimia. Semua barang yang disita dipublikasikan dengan gencar dimedia masa efek samping yang ditimbulkannya, sehingga obat herbal yang benar-benar bagus jadi kena imbas. Sangat disayangkan sekali Badan POM hanya gencar mempublikasikan obat-obat yang terlarang, sedangkan obat herbal yang
benar-benar bagus tidak/jarang dipublikasikan dimedia masa, sehingga masyarakat kita menjadi ketakutan untuk mengkonsumsinya, padahal tidak semuanya jelek, masih banyak yang baik sehingga berdampak pada penjualan /omset menjadi menurun.

Pemerintah kita/ badan POM tidak ada mensosialisasikan pemakaian obat tradisional Indonesia, sehingga masyarakat kita jadi ketakutan memakai herbal, apalagi para dokter-dokter selalu mencap jelek obat tradisional kita, dan selalu menonjolkan efek sampingnya, seperti kerusakan ginjal, hati, belum diuji klinis, dll. Padahal nenek moyang kita dulunya memakai obat tradisional. Mereka tidak mengenal uji klinis hanya berdasarkan pengalaman saja, efek sampingnya tidak sampai mematikan hanya mungkin rasanya tidak enak/pahit, mual, rasa lidah tidak enak. Berbeda dengan obat kimia yang jelas-jelas harus punya ukuran yang pas, kalau salah dosis, akibatnya fatal.

Sebaiknya para dokter juga mempelajari tanaman obat indonesia sehingga kita tidak tertinggal dengan cina. Indonesia adalah negara no.2 terkaya di dunia keanekaragaman tanaman obat tradisional setelah Brazil, tapi nyatanya kita kalah dengan obat tradisional cina. Pemerintah Cina dan masyarakatnya benar-benar mencintai produk sendiri walaupun obat modern tetap dipakai, sehingga keduanya saling bersinergi. Beda dengan pemerintah kita terutama para dokter banyak yang menolak mentah-mentah obat tradisional, merek menganggap bisa menimbulkan macam-macam efek samping. Padahal kalau dilihat kebelakang kita kalau masak memakai bermacam bumbu dapur itu adalah salah satu obat tradisional kita. misalnya kunyit, untuk anti septik, tukak lambung, daun salam untuk menurunkan hipertensi, lengkuas untuk radang sendi, jahe untuk menghangatkan badan, anti mual, temukunci untuk merampingkan badan, dll. Apakah semuanya itu ada efek samping yang membahayakan?, padahal itu dipakai sehari-hari dalam masakan.

Sebaiknya mulailah para tenaga medis, untuk memberi pengarahan kepada masyarakat terutama dipedesaan kalau tanaman yang ada disekitar kita bisa dipakai untuk obat sehingga rakyat tidak terbebani oleh mahalnya biaya obat kimia, cukup apa yang ada disekitar kita dimanfaatkan. Dan juga obat tradisional ini hasilnya sangat lama baru dirasakan manfaatnya sehingga ini merupakan terapi pemakaian rutin setiap hari baru merasakan khasiatnya.